Penetapan Kriteria Audit Survei Pendahuluan – Direktorat Jendral Anggaran

22 Apr

Indeks

B.3

 

Lembaga Audit Pemerintah

TIM AUDIT KINERJA

INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN KEUANGAN RI

 

 

                                                                Auditee                : Direktorat Jendral Anggaran Kementerian Keuangan RI

                                                                Tahun Buku        : 2011 dan 2012

Kertas Kerja Audit                           Dibuat Oleh        : AEM

                                                                Di-review Oleh  : ASW

 

PENETAPAN KRITERIA AUDIT

 

Tujuan

Menetapkan kriteria audit

 

Langkah-langkah

1. nilai ketepatan karakteristik kriteria audit;

2. tentukan sumber kriteria audit;

3. kembangkan kriteria audit;

4. komunikasikan kriteria dengan auditee.

 

Hasil

1. Menilai ketepatan karakteristik kriteria audit

Tim audit merumuskan kriteria pemeriksaan dengan memertimbangkan hal-hal berikut ini:

  1. standar kinerja yang wajar;
  2. bukan standar minimum terendah atau tertinggi yang dapat dicapai;
  3. mencerminkan praktik yang baik.

 

d. Sumber kriteria audit

Untuk merumuskan kriteria yang baik, tim audit mempelajari sejumlah peraturan, kebijakan pemerintah, pendapat ahli, dan standar yang terkait dengan pelaksanaan audit  internal kementerian di Indonesia. Beberapa peraturan yang dapat dijadikan acuan antara lain sebagai berikut:

  • Peraturan Pemerintah No 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah
  • PMK No 59/PMK.09/2010 tentang Kebijakan Pengawasan Intern Kementerian Keuangan Tahun 2010
  • KMK No 152/KMK.09/2011 tentang Peningkatan Penerapan Pengendalian Intern di Lingkungan Kementerian Keuangan
  • SOP Pengelolaan Kinerja di Lingkungan Inspektorat Jenderal Kemenkeu

 

Di samping itu, tim audit melakukan konsultasi serta berbagi pengetahuan dan pengalaman (sharing knowledge) dengan tim audit lainnya yang juga memeriksa kegiatan yang sama. Upaya lain yang juga dilakukan oleh tim audit adalah mempelajari contoh pemeriksaan yang baik dari instansi lain sebagai suatu perbandingan (benchmarking).

  • Mengembangkan kriteria audit

Tujuan Audit Tetap (FAO) 1

Apakah struktur organisasi dan pengelolaan keuangan Direktorat Jendral Anggaran telah mendukung pelaksanaan audit yang optimal?

 

Kriterianya dijabarkan sebagai berikut.

  1. Menetapkan struktur organisasi yang memadai untuk mendukung pemeriksaan yang andal dan optimal.
  • Adanya bagian khusus yang memberikan informasi kepada Itjen maupun pihak lain yang berkepentingan.
  • Adanya pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan suatu pemeriksaan.
  • Adanya pemeriksa-pemeriksa yang memiliki keahlian dan keterampilan dalam berbagai disiplin ilmu sehingga mampu melakukan pemeriksaan dengan baik.
  • Menyelenggarakan pengelolaan keuangan secara efektif dalam pelaksanaan pemeriksaan.
    • Adanya dukungan biaya untuk setiap kegiatan pemeriksaan.
    • Adanya peraturan bahwa semua pembayaran yang dilakukan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Tujuan Audit Tetap (FAO) 2

Apakah proses audit oleh Inspektorat I telah sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku?

 

Kriterianya dijabarkan sebagai berikut.

  1. Memiliki standar dalam melaksanakan kegiatan pemeriksaan.
    1. Adanya standar pemeriksaan yang jelas yang berlaku.
    2. Adanya standar pemeriksaan yang disosialisasikan dan diketahui oleh seluruh pegawai.
    3. Adanya standar pemeriksaan yang mudah dipahami dan dimengerti.
    4. Adanya penerapan standar pemeriksaan.
    5. Adanya standar pemeriksaan berupa prosedur tetap yang dibakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan Inspektorat I.
    6. Melaksanakan kegiatan pemeriksaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
      1. Adanya proses pemeriksaan yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah dibakukan.
      2. Adanya realisasi ketepatan waktu pemeriksaan sesuai dengan standar.
      3. Mengidentifikasi, menilai, dan menangani risiko-risiko yang timbul dalam proses pemeriksaan.
        1. Adanya kegiatan mencatat, menggolongkan, dan menganalisis setiap masalah yang timbul.
        2. Adanya pelaporan atas kegiatan-kegiatan tersebut.
        3. Adanya kesungguhan dalam menjalankan pemeriksaan secara andal dan memadai serta sigap mengadakan perbaikan sesuai dengan prosedur.

 

 

 

Tujuan Audit Tetap (FAO) 3

Apakah pelaksanaan pemeriksaan oleh Inspektorat I telah dikelola dan dipertanggungjawabkan dengan baik?

 

Kriterianya dijabarkan sebagai berikut.

  1. Mengevaluasi kinerja pemeriksaan Inspektorat I secara memadai.
    1. Adanya informasi mengenai evaluasi kinerja pemeriksaan.
    2. Adanya monitoring dan perbaikan atas kinerja pemeriksaan.
    3. Adanya pemeriksaan hasil kinerja pemeriksaan Inspektorat I oleh aparat eksternal.
    4. Mempertanggungjawabkan kinerja Inspektorat I.
      1. Adanya mekanisme pertanggungjawaban yang memadai.
      2. Adanya pertanggungjawaban yang sesuai dengan ketentuan.
      3. Adanya umpan balik atas pertanggungjawaban yang dilakukan.

 

Hasil penetapan kriteria oleh tim audit tersebut dapat dibuat menjadi satu model yang disebut sebagai model pengelolaan yang baik (model of good management).

 

i. Mengkomunikasikan kriteria dengan auditee

Dalam diskusi dengan tim audit, auditee menyetujui model kriteria yang diajukan oleh tim audit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: